Aksi dan Interaksi Obat Herbal

Aksi dan Interaksi Obat Herbal - Umumnya obat herbal memiliki beberapa khasiat, maka obat herbal harus dipertimbangkan sebagai obat herbal ketika menyebabkan interaksi. Sama seperti ketika mengkonsumsi obat keras atau OTC (Over The Counter), harus dipastikan tidak berinteraksi satu sama lain, atau anada dapat membaja dulu Efek Samping Obat Herbal.




  • Herbal dengan Sifat Sedatif
Beberapa tumbuhan bertindak sebagai obat penenang (mendorong relaksasi dan kantuk) dan dapat memiliki efek aditif yaitu, akan meningkatkan aksi agen lain bila dikombinasikan dengan obat penenang lain, termasuk alkohol. Hindari menggabungkan obat penenang seperti antihistamin (termasuk dalam antimotion) atau obat insomnia dengan herbal seperti pegagan (Centella asiatica), kava (Piper methysticum), atau valerian (Valeriana officinalis). Herbal dengan efek penenang yaitu : Ashwagandha (Withania somnifera), Calendula (Calendula officinalis), Chamomile (Matricaria recutita), Eleuthero (Eleutherococcus senticosus), pegagan (Centella asiatica), Hops (Humulus lupulus), Kava (Piper methysticum), Lemon balm (Melissa officinalis), Passion flower (Passiflora incarnata), Sage (Salvia officinalis, S. lavandulaefolia), Valerian (Valeriana officinalis).


  • Herbal Stimulan
Beberapa herbal mengandung bahan kimia kafein atau lainnya yang merangsang sistem saraf pusat. Herbal tersebut dapat memiliki efek aditif bila dikombinasikan dengan stimulan lainnya, yaitu : Asian ginseng (Panax ginseng), Cocoa (Theobroma cacao), Kopi (Coffea arabica), Guarana (Paullinia cupana), Mate (Ilex paraguariensis), Teh (Camellia sinensis).

  • Herbal dan Gula Darah
Beberapa herbal bekerja untuk menurunkan kadar glukosa, tetapi dapat mengurangi gula darah terlalu banyak bila dikombinasikan dengan obat diabetes. Herbal dengan potensi hipoglikemik meliputi : Alfalfa (Medicago sativa), Aloe (Aloe vera), Asian ginseng (Panax ginseng), Bilberry (Vaccinium myrtillus), Cinnamon (Cinnamomum verum, C. aromaticum), Eleuthero (Eleutherococcus senticosus), Eucalyptus (Eucalyptus globulus), Fenugreek (Trigonella foenum-graecum), Flax (Linum usitatissimum), Jahe (Zingiber officinale), Horse chestnut (Aesculus hippocastanum), Konjac (Amorphophallus konjac, A. rivieri), Kudzu (Pueraria lobata), Nettle (Urtica dioica), Onion (Allium cepa), Sage (Salvia officinalis, S. lavandulaefolia), Tinospora (Tinospora cordifolia).\

  • Herbal Kardioaktif
Beberapa tumbuhan memberikan efek langsung pada fungsi jantung, diantaranya : Asian ginseng (Panax ginseng), Coleus (Coleus forskohlii, Plectranthus barbatus), Danshen (Salvia miltiorrhiza), Devil's claw (Harpagphytum procumbens), Hawthorn (Crataegus monogyna, C. oxyacantha).

  • Antikoagulan/antiplatelet
Beberapa herbal berdampak agregasi platelet, atau pembekuan darah, sehingga harus dihindari jika menggunakan obat yang sama, seperti clopidogrel (Plavix) dan warfarin (Coumadin). Pemakain obat harus dihentikan setidaknya dua minggu sebelum operasi apapun, herbal tersebut yaitu : Andrographis (Andrographis paniculata), Asian ginseng (Panax ginseng), Borage (Borago officinalis), Cayenne (Capsicum annuum, C. frutescens), Chamomile (Matricaria recutita), Coleus (Coleus forskohlii, Plectranthus barbatus), Danshen (Salvia miltiorrhiza), Dong quai (Angelica sinensis), Eleuthero (Eleutherococcus senticosus), Evening primrose (Oenothera biennis), Fenugreek (Trigonella foenum-graecum), Feverfew (Tanacetum parthenium), Flax (Linum usitatissimum), bawang putih (Allium sativum), Jahe (Zingiber officinale), Ginkgo (Ginkgo biloba), Horse chestnut (Aesculus hippocastanum), Kudzu (Pueraria lobata), Licorice (Glycyrrhiza glabra), bawang merah (Allium cepa), nanas (Ananas comosus), Red clover (Trifolium pratense), Reishi (Ganoderma lucidum), Turmeric (Curcuma longa), Willow (Salix alba).

0 Response to "Aksi dan Interaksi Obat Herbal"

Post a Comment